subscribe: Posts | Comments

Perjuangan Hidup Penuh Teka-teki

0 comments

From the desk of Ir.DR.H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar ,DSI.,Ph.D.,Psy.

Para ‘netter’, khususnya yang bergabung pada Milyuner dot com ini, sudah tentu lama tak membaca lagi saran-saran pak Las akhir-akhir ini pada page newsboard.

Ini tidak lain karena telah mengalami beberapa masalah di dalam kesehatan, dengan akibat masuk Rumah Sakit. Tapi berkat do’a dari keluarga dan juga dari murid-murid ditambah lagi dengan kemampuan untuk mengontrol diri melalui kondisi “Alpha Optimal”, maka ‘recovery’ dari kemunduran kesehatan itu telah terjadi dalam waktu yang sangat singkat.

Kini kondisi pak Las sudah normal kembali seperti sedia kala dan seperti biasanya duduk dimuka komputer berjam-jam memberikan nasehat beserta gagasan kepada mereka yang membutuhkanya diseluruh dunia.

Kenyataanya, hidup ini memang diselubungi banyak “teka-teki” yang harus kita dapat meniti, melihat, menyelami, mendalami dan mencari penyelesainya yang makin tepat, bila mampu, bukan begitu?

Pengendalian diri untuk memahami kemampuan yang tepat kelihatanya tidak akan mudah. Mengapa demikian? Masih banyak sekali diantara kita yang merasakan penderitaan, baik itu di dalam kesehatanya maupun untuk meraih pendukungan dana yang memang diperlukan di dalam system pergerakan ekonomi dunia kini.

Banyak yang selalu bertanya-tanya kepada diri sendiri, mengapa di dalam meniti kehidupan ini selalu ada saja yang tidak ‘mulus’ seperti yang selalu kita harapkan. Lalu di dalam keadaan seperti itu kita akan selalu menyalahkan lingkungan, kondisi serta keterlibatan dari sesama kita di dalam melaksanakan tindakan hidup itu.

Sikap seperti itu ternyata akan ‘justru’ menimbulkan lebih banyak hambatan lagi daripada yang dapat disangka. Cobalah secara “Jujur” mewaspadai hal ini pada tingkatan ‘meditatif’. Mengapa harus demikian? Karena tingkatan seperti itu dapat menimbulkan kedamaian di dalam diri kita, sehingga hal-hal yang dirasakan akan menimbulkan “frustrasi” dan “stres” akan hilang lenyap dengan tuntas. Dengan demikian, maka pengelolaan pikiran akan menjadi gamblang dengan kecerahan yang dapat menembus penglihatan yang seakan diselubuingi dengan kabut.

Rasa “Emosi” kita akan sangat rendah dan terawasi, sehingga yang tadinya merupakan sesuatu yang terasa dangkal menjadi dalam. Inilah pada hakekatnya kondisi yang seharusnya dapat dirasakan serta dipunyai oleh semua manusia, tanpa kecuali. Anak-anak kecil di dalam hal ini, masih banyak mempunyai kondisi yang orang dewasa inginkan, yaitu tingkatan “meditaif” tersebut.

Seperti itulah, maka kesehatan kita terjamin untuk jangka waktu yang lama, bahkan bisa seumur hidup. Disitu kelihatan banyak hal yang tadinya tak terlihat dan dirasakan oleh kebanyakan diantara kita. Dengan jujur pak Las menyatakan disini, bahwa selama pak Las hidup, tidak pernah menderita ‘sakit’ apalagi masuk rumah sakit. Memang tak disukai itu, tapi telah juga terjadi pada umur lanjut (85) barulah berkenalan dengan dokter dan Rumah Sakit. Bila ada sesuatu yang menyerang berupa bentuk penyakit, yang ringan saja, hanya satu atau dua hari, lalu sehat kembali seperti semula.

Mengapakah pak Las kemukakan ini semuanya? Karena telah mendapatkan pengalaman dari suatu “Life Style” yang tidak ‘disiplin’ atau ketaatan kepada cara ‘keteraturan alamiah’. Apa itu artinya? Bila ditinjau dengan jujur, maka kebanyakan orang kini sudah ‘mabuk’ dengan kemanjaan dari kemajuan-kemajuan di dalam segala bidang apapun bentuknya, baik secara teknologi materis, termasuk bentuk makanan, maupun teknologi biologis. Meninjau hal yang pak Las ucapkan itu memang kini merupakan keinginan untuk dapat diraih atau dicapai oleh kita semuanya. Tapi kita dengan bertindak mengikuti kemajuan-kemajuan, terkadang melupakan, mana yang benar-benar memberikan dukungan yang ‘membangun’ dan mana dukungan yang ‘merusak’, bukan begitu selalu kita alami?

Nah, disinilah kita akan selalu memerlukan gagasan-gagasan yang tepat untuk selalu mendapatkan hal-hal yang sifatnya   “membangun” dan bukan “merusak”. Konsep hidup selalu jujur, positif, baik serta menyayangi lingkungan serta berusaha me-‘langgeng’-kan cara seperti itui, memang belum dapat dijadikan sesuatu yang menyeluruh.  Hal ini merupakan suatu “pendidikan” tuntas dengan melaksanakan keseimbangan dari hal yang ‘nyata’ dan yang ‘tidak nyata’ atau ‘obyektif’ dan ‘subyektif’.

Pengawasan dari diri sendiri tanpa meluap menjadi ketidak wajaran memang belum pernah dibelajarkan dengan cermat dan tuntas selama kita hidup ini secara keseluruhan. Kita dipelajari hanya mempertahankan diri secara FISIK dan bukan secara NON-FISIK. Disinilah lalu timbul pertanyaan, yang mana yang harus kita junjung sebagai pedoman yang bulat?

Di dalam perjalanan hbidup kita akan selalu dihadapkan pada pertentangan-pertentangan serta penyimpangan-penyimpangan yang harus dilalui dengan cara yang ‘elegan’ tanpa diperlukan kekerasan. Timbulnya pikiran-pikiran yang disebut ‘kriminal’ biasanya terjadi dari suatu kondisi jiwa yang tidak mantap.

Frustrasi dan stres merupakan “Kanker Jiwa” dan harus dilikwidasi, dihilangkan dari kehidupan kita. Untuk itu diperlukan suatu bentuk “Khayalan” atau “Imajinasi” yang jelas, menetap dan produktif! Hal ini kini dapat dipelajari dan di-induksi-kan di dalam neuron-neuron kedua belahan Otak, yaitu yang Kiri dan Kanan, yang diatur dan dikelola oleh Otak Kecil diantara kedua belahan itu yang nyatanya menjadi “Ko-ordinator” dari seluruh keteraturan yang diperlukan di dalam konstruksi tubuh kita yang kenyataanya memang telah ter-CIPTA-kan dengan SEMPURNA oleh suatu kekuatan VIBRASI yang ditimbulkan oleh “Jagad Raya” atau “Univers” yang dinamakan MAHA PENCIPTA.

Sampai disini dulu dan akan Pak Las lanjutkan dalam gagasan kemudian. Induksikanlah pengetahuan ini pada Otak anda sekalian.

Salam sejahtera selalu,

Pak Las.

PENULIS:

Ir.DR.H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar ,DSI.,Ph.D.,Psy.
Guru Besar dan Direktur Metode Silva Untuk Indonesia, yang berpusat di Laredo – Texas – United States of America
( Direktur/Lecturer Psychorientology wilayah Indonesia sejak 1983.)
Pengasuh kolom Magic Brain di INDOSIAR.COM


Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.