subscribe: Posts | Comments

Milyuner Sukses

0 comments

Milyuner sukses telah menemukan makna dalam kehidupannya. Namanya merupakan jaminan. Ia mampu menggabungkan seluruh kecerdasan yang dimilikinya untuk mencapai cita-cita. Ia sangat religius dan mempunyai hubungan bermasyarakat yang baik. Ia membawa kebaikan bagi semua orang.

Fakta menunjukan bahwa kebanyakan para milyuner sejati, tidaklah seperti yang sering ditampilkan di mass media. Mereka jauh dari gambaran seorang selebritis dan bisa berasal dari berbagai kalangan. Petani, penjual barang loak, cleaning service, penulis buku, pelukis sampai dengan pengusaha parkir. Mereka bersikap dan bergaul luas dengan banyak orang biasa. Rumah, mobil, perabotan mereka pun tidak mencerminkan kekayaan yang mereka miliki , sederhana. Tetapi yang menjadi perbedaan mereka dengan orang-orang biasa adalah : mereka bebas masalah finansial.

Para milyuner tersebut, memiliki kehidupan yang juga sama baiknya di bidang lain. Keluarganya sangat harmonis dan awet. Anak-anak mereka berprestasi dan jauh dari masalah. Hubungan bermasyarakat yang bagus, aktif dalam kegiatan-kegitan sosial  dan rajin bersedekah. Mereka sangat religius dan mempunyai kontrol emosi dan kepekaan terhadap emosi orang lain yang sangat baik. Mampu mencari makna hidup, tangguh, ulet, sabar dan mampu mengendalikan diri. Inilah yang dikatakan, mereka mempunyai kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosi.

Milyuner sukses, dipastikan memiliki kecerdasan-kecerdasan tersebut, selain kecerdasan-kecerdasan lain yang dikembangkan dengan berimbang.

Kredibilitas mereka juga sudah teruji. Orang menaruh kepercayaan yang tinggi terhadap mereka. Nama mereka adalah jaminan. Inilah rahasia yang menyebabkan, bisnis apapun yang mereka kembangkan, akan berhasil dengan baik.

Milyuner sejati membangun dirinya dari bawah. Mereka menggunakan seluruh kecerdasan yang dimilikinya untuk mewujudkan impian. Beberapa diantara mereka, mungkin hanya mempunyai pendidikan formal setingkat SD. Tetapi ini bukan berarti mereka bodoh, tetapi ini seringkali karena kondisi ekonomi keluarga mereka saat itu tidak memungkinkan, sehingga putus sekolah. Sebetulnya mereka memiliki kecerdasan intelektual yang baik, karena inilah yang merupakan modal mereka. Kecerdasan ini bisa dikatakan sebagai bakat, yang berhubungan dengan kemampuan belajar dan menciptakan sesuatu.

Jadi, kecerdasan intelektual bukan hanya kemampuan di bidang matematis maupun bahasa. Setiap orang mempunyai kecerdasan intelektual yang berbeda-beda. Oleh karena itu kita sering melihat keberhasilan orang di bidang yang berbeda-beda pula.

Contoh, Susi Susanti mempunyai bakat pada bidang bulutangkis, sehingga dengan mudah mampu menyerap dan kemudian mengembangkan teknis-teknis permainan bulutangkis dengan baik dan lebih cepat.

Milyuner mempunyai mimpi yang sangat besar. Inilah yang tidak dipunyai oleh orang-orang biasa,  bermimpi pun tidak berani ! Hasil yang besar seringkali berawal dari mimpi yang besar.

Manusia mempunyai berbagai kebutuhan dan keinginan sehingga muncul yang namanya cita-cita. Kemampuan manusia untuk membuat cita-cita, menetapkan tujuan dan bermimpi disebut dengan kecerdasan aspirasi.

Cita-cita setiap orang tidaklah sama berdasarkan tingkatnya. Ada yang hanya mempunyai cita-cita yang sederhana, karena merasa tidak akan mampu meraih cita-cita yang tinggi (menyerah dengan keadaan apa adanya). Kemudian ada yang mempunyai cita-cita yang tinggi dan cukup puas lalu berhenti setelah berhasil mencapainya. Ada lagi yang mempunyai cita-cita yang tinggi, setelah diraih dia akan menetapkan cita-cita lainnya yang lebih tinggi lagi.

Kecerdasan untuk mengenali dan mengelola kekuatan diri sendiri maupun yang ada pada luar dirinya, umumnya dimiliki oleh para milyuner. Untuk mewujudkan cita-citanya, seorang milyuner tidak hanya mengandalkan kemampuan yang ada pada dirinya. Ia juga seorang yang hebat dalam manajemen, yaitu mengatur dan membagi tugas kepada orang yang tepat.

Saya mempunyai teman milyuner yang hanya tamatan STM, tetapi ia mempunyai banyak staff dengan gelar kesarjanaan di berbagai keahlian. Ia dengan pintar menyerahkan urusan yang tidak mampu diselesaikanya sendiri, kepada para staff tersebut. Inilah yang dikatakan ia mempunyai kecerdasan kekuatan, yang bahkan ia tidak menyadarinya.

 


Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.