subscribe: Posts | Comments

Impian Yang Mudah Terwujud

0 comments

Coba ingat-ingat apa cita-cita Anda sewaktu masih kecil dulu ? Ya, kira-kira sewaktu Anda masih seumuran anak TK lah, 5 tahun – 6 tahunan gitu.

Sudah ? Presiden ya ? wuiih…keren !

Gak apa-apa deh, banyak teman-teman Anda yang bercita-cita sama koq, dan itu sangat bagus lho. Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit, kata Bapak/Ibu guru waktu itu.

Lalu sekarang gimana ? Gak kesampaian ya cita-citanya ?

Banyak di antara kita yang sewaktu kecil mempunyai cita-cita yang besar, tinggi. Teman-teman kita mungkin ada yang ingin jadi dokter, tentara, guru, anggota DPR, menteri, pengusaha dll. Semua yang hebat-hebat !
Ada juga yang waktu masih TK ditanya mau jadi astronot (cool!), lalu waktu kira-kira duduk di bangku SD kelas V ditanya lagi pengen jadi apa, dijawab pengen jadi Pilot (masih keren !).  Sewaktu duduk di kelas III SMP, dijawab pengen jadi Pembalap (it’s ok!). Lalu setelah lulus SMA, ketika ditanya sekarang pengen jadi apa, dijawab pengen jadi sopir pribadi (waks!).

Jangan tertawa ! Mayoritas orang seperti itu. Takut bermimpi besar  ! Apalagi kalau orang terdekat kita bilang, “Kalau mimpi jangan tinggi-tinggi, entar kalau jatuh sakit lho”.
Lalu, ya sudah. Jadilah dia menurut pembatasan dirinya tersebut.

Kita adalah apa yang kita pikirkan. Mungkin Anda sudah pernah mendengar ini. Dan memang benar begitulah kenyataannya. Saya pernah membaca tentang percobaan 2 ekor katak. Yang satu ditaruh di ember yang tingginya 5 cm, dan yang satunya lagi ditaruh di ember 10 cm. Keduanya berusaha meloncat keluar dari ember, dan keduanya juga berhasil melewati ketinggian tersebut. Selanjutnya adalah menghitung lompatan katak tanpa ada penghalang. Apa yang terjadi ?  Ternyata katak pertama hanya melompat paling tinggi 5 cm, dan katak kedua tetap sebatas 10 cm.

Anda lihat ? Katak yang bodoh ya , seharusnya kan kedua katak bisa melompat setinggi-tingginya.
Hehehe…jangan salahkan katak deh. Begitu juga kadang pada diri kita. Seringkali kita membatasi impian kita padahal kita bebas bermimpi setinggi-tingginya, sebesar-besarnya. Lha ini, mimpi tidak beli, tidak dilarang, lha koq tidak berani. Mimpi kecil, hasilnya pasti kecil, ya sampai segitu aja (satu kemungkinan). Mimpi besar, hasilnya bisa kecil, bisa besar (dua kemungkinan). Pilih mana ?

Tetapi, mimpi hanya akan tetap menjadi mimpi di awang-awang bila Anda tidak berusaha mewujudkannya. Bangunlah sekarang,  hiduplah secara nyata di dalam mimpi Anda ! Sudahkah ? Oke deh.

Lalu, mengapa yang Anda impikan tidak kunjung datang ?  Tidak segera terwujud ?

Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan disini  untuk membantu Anda  memudahkan mimpi segera menjadi kenyataan (dari tulisan Pak Khairul,dengan beberapa penambahan). Yaitu tentang  hukum ketertarikan (Law of Attraction), kekuatan doa dan keyakinan sempurna.Oke ? simak berikuti ini…

Sepertinya kitalah yang sering menggagalkan impian kita sendiri melalui pengingkaran atas apa yang kita inginkan itu. “Suara” hati kecil Anda meragukan, bahkan parahnya mentertawakan impian itu.

Misalnya saat Anda mengucapkan, “Saya kaya. Saya berkelimpahan.” Mungkin ada suara kecil yang mengatakan, “Bohong. Kamu berdusta. Kamu miskin.” Suara ini jelas menjegal kesuksesan untuk datang kepada kita. Suara negatif itu muncul karena kita merasa tak selaras dengan apa yang kita ucapkan.

Mari gunakan 3 kata sakti untuk meneguhkan impian kita. Kata itu adalah: ’saya sudah memutuskan’, ‘meskipun awalnya’, dan ’sedang dalam proses’.

Mari kita lihat contoh ekspresi keinginan berikut ini.

“Saya kaya. Saya berkelimpahan.”

Coba ucapkan kalimat tersebut. Apakah perasaan Anda nyaman? Mungkin tidak nyaman, karena Anda memang belum kaya.

Coba yang lain lagi.

“Saya ingin menjadi kaya, tetapi saya ini karyawan rendahan. Mana mungkin saya menjadi kaya?”

Coba ucapkan kalimat tersebut. Terasa bukan rasa pesimisnya? Tapi kali ini perasaan Anda membenarkan. Sayang sekali, walaupun serasa benar, kalimat macam inilah yang menarik segala kesusahan Anda.

Mari kita koreksi kalimat tersebut menjadi POSITIF dan BENAR.

“Saya SUDAH MEMUTUSKAN untuk menjadi kaya. Saat ini SAYA SEDANG DALAM PROSES menjadi kaya.”

Coba ucapkan kalimat itu. Kali ini perasaan Anda sangat nyaman, karena Anda bicara kebenaran. Bukankah Anda boleh memutuskan menjadi kaya? (ya!) Bukankah Anda boleh saja dalam proses menjadi kaya? (Ya, boleh sekali!)

Lalu mungkin masih ada suara negatif dari jiwa kerdil kita. “Tapi kan saya cuma karyawan rendahan?”

Patahkan dengan kalimat berikut.

“Saya SUDAH MEMUTUSKAN untuk menjadi kaya. Saya yakin bisa menjadi kaya, MESKIPUN AWALNYA saya karyawan rendahan. Saat ini ribuan orang seperti saya SUDAH MEMUTUSKAN hal yang sama. Saat ini puluhan ribu orang seperti saya juga SEDANG DALAM PROSES menjadi kaya. Saat ini, bahkan, jutaan orang seperti saya SUDAH menjadi kaya. KALAU MEREKA BISA, PASTI SAYA JUGA BISA!”

Tanyakan pada diri Anda, adakah di dunia ini seseorang yang sebelumnya adalah karyawan rendahan, namun kemudian berhasil menjadi milyuner? Anda tentu yakin, pasti ada !  Berarti, apapun kondisi awal kita, pasti sudah ada orang dengan kondisi awal yang sama sudah berhasil menjadi milyuner. PASTI !

Pikiran kita menentukan kehidupan kita. Mulailah hari ini juga untuk memutuskan dan meneguhkan impian yang akan Anda raih dalam hidup ini.

 

Kekuatan Doa Dan Keyakinan Sempurna

Tentu saja Anda sering berdoa bukan ? Saya tidak meragukannya

Apapun keyakinan Anda, pastikan Anda meminta hanya kepada Tuhan dalam doa Anda. Sebab, kita adalah ciptaanNya. Keliru kalau Anda meminta kepada makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Bahkan dulu saat kita masih kecil, orang tua kita akan marah kalau kita minta sesuatu kepada orang lain, bukan kepada beliau (Bapak/Ibu Anda tentu orangtua yang baik). Sama juga kita, Tuhan tentu akan ‘marah’ kalau kita tidak minta kepadaNya. Bahkan ini dituliskan dalam kitab suci.

Saya sepakat dengan mas Ippho dalam beberapa bukunya tentang cara meminta kepada Tuhan.
Oke, inilah cara meminta saya kepada Tuhan :  Saya memperbanyak syukur, memperbanyak tawakal, memperbanyak istigfar, berdoa untuk orang lain. Perbanyak juga memberi kepada orang lain (sedekah). Dan tentu saja semua ibadah WAJIB, harus dikerjakan.

Bersyukur kepadaNya setiap detik. Bersyukur karena saya tidak pernah rugi ratusan juta rupiah, bersyukur karena tidak pernah berhutang milyaran rupiah, bersyukur tidak pernah sakit keras berbulan-bulan, bersyukur tidak mengalami kecelakaan, bersyukur masih dikaruniai anak. Bersyukur masih bisa makan hari ini. Jadi, Anda tidak perlu mengalami hal-hal buruk menimpa terlebih dulu, terlepas dari itu, kemudian baru bersyukur. Bersyukurlah atas keadaan Anda saat ini !

Bermimpi sudah, optimis dan positip sudah, berdoa sudah. Lalu, inilah “gong “nya, sebelum Anda memulai ikhtiar. Keyakinan sempurna kepada Tuhan Pencipta kita, Allah SWT.

  1. Yakin akan keberadaan Nya, yakin akan kekuasaan Nya
    Bagi Nya tidak ada yang mustahil. Jika Ia berkehendak, nasib seseorang bisa dirubah dalam hitungan hari, bahkan detik. Apabila Allah sudah berkehendak rezeki akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Kekayaannya, sumber-sumbernya tidak terbatas, sangat jauh melampaui kemampuan manusia. Bahkan, jika semua orang di bumi ini sekaya Bill Gates, pemberian Nya itu ibarat tetes air di ujung jari yang jatuh di lautan.
  2. Yakin akan janji Nya.
    Allah berjanji akan menyempurnakan ikhtiar bagi orang-orang yang gigih ber ikhtiar. Allah PASTI akan memenuhi janji Nya. Allah berjanji akan membantu orang-orang yang membantu sesamanya. Allah PASTI akan memenuhi janji Nya.
    Allah berjanji memberikan nikmat lebih kepada orang-orang yang bersyukur. Allah PASTI akan memenuhi janji Nya.
    Allah berjanji akan melipatgandakan balasan kepada orang-orang yang bersedekah. Allah PASTI akan memenuhi janji Nya.Janji Allah, adalah kepastian yang SEPASTI-PASTI nya
  3. Yakin akan cara-cara yang diajarkan Nya.
    Lakukan saja apa yang diajarkan Allah dalam menjemput rezeki dan menjalani hidup. Karena yang mengajarkan adalah Allah, sang Maha Guru, yakinlah bahwa cara-cara itu lah yang pasti benar dan bekerja.
  4. Yakin bahwa segala sesuatu yang Anda dapatkan dari Allah adalah yang terbaik.
    Setelah semuanya Anda lakukan, apapun hasilnya, Tuhanlah sebaik-baik perencana. Hasilnya pasti yang terbaik untuk Anda, menurut Tuhan. Yakinlah bahwa hasil itulah yang terbaik untuk Anda.

Nah sekarang, jangan lagi takut bermimpi besar. Raihlah dengan ikhtiar, optimis, doa dan keyakinan sempurna. Hiduplah secara nyata di dalam mimpi Anda mulai sekarang !


Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.