System Silva membawakan ke-’Cerahan’.
SYSTEM ‘SILVA’ MEMBAWAKAN KECERAHAN BAGI AWAK
PESAWAT TERBANG YANG MEMPESONAKAN
Bila para pembaca telah banyak mengikuti naskah-naskah yang ditayangkan di dalam ‘kolom’ Magic Brain, maka akan diketahui bahwa penetrapanya tidak terbatas pada hanya kesehatan atau kepekaan saja. Bidang apapun, tanpa kecuali, dapat di-isi dengan ‘vibrasi’ yang ditimbulkan oleh adanya pelatihan dari teknik-teknik yang ber-kesinambungan yang dapat di-‘ K e n d a l i’-kan dengan seksama dan tuntas.
Dengan sendirinya kita tak dapat mengharapkan bahwa perkembangan systemnya akan cepat ‘L e n g k e t’ pada ‘Jiwa’ kita, disebabkan bahwa hal ini erat berhubungan dengan ‘Pematangan Alam’ yang kita ketahui tak dapat di-paksa-kan oleh keinginan serta tindakan manusia. Kekurangan waktu ‘kematangan’ yang tepat tidak akan membawakan suatu keberhasilan yang ‘optimal’ atau ‘seratus persen’. Menurut penyelidikan Ilmiah menanamkan suatu ‘K e b i a s a a n’ memerlukan kematangan selama .
Kita tidak perlu mencari jauh-jauh, tapi perhatikan saja keadaan disekeliling kita dimana oleh mereka yang sangat ber-‘ambisi’ melalui suatu cara pemaksaan akan menhadapi ‘masalah’, bukan demikian kenyataanya? Segala usaha yang kita laksanakan harus melalui suatu kondisi ‘W a k t u’ yang sesuai! Inilah yang banyak diantara kita seakan sangat tergesa-gesa di dalam mencapai tujuan yang telah di-angan-angan-, perhitung-, impi-kan, bukan? Karena hidup terasa pendek?
Banyak waktu akan terbuang bila hasilnya tidak memenuhi hasrat, sehingga harus diadakan pengulangan atau ‘strategi’ yang lain. Kita dengan demikian akan ‘Maju-Mundur’ dan akan juga menimbulkan ke-kecewaan, hal yang dapat menimbulkan ‘Stres’. Hal itu menandakan bahwa kita tidak ‘C e r a h’ di dalam menimbulkan pengelolaan arus pikiran.
Ke-cerahan dari arus pikiran tersebut kini dapat ditunjang dengan sempurna karena kita telah pula mempunyai ‘Pengendalian’ dari cetusan arus pikiran tadi yang dapat dilatih melalui penemuan ‘sains’ baru, dinamakan ‘P s y c h o r i e n t o l o g y’ oleh DR. Jose Silva.
Kembali kepada judul dari naskah ini, penulis ingin mengungkapkan bahwa mereka yang berkecimpung sebagai ‘Awak’ pesawat terbang di dalam hal pen-‘Cerahan’ Alam Pikiran, erat berhubungan dengan ke-’Peka’-an yang sangat ‘Intuitif’. Hal ini terkadang tak dapat diabaikan di dalam mengingat hal-hal yang pernah dipelajari pada saat dikembangkan menjdi ‘Pilot’ yang andal!
Tayangan berkala melaui program TV dari ‘National Geographic’ yang menyangkut penyelidikan kejatuhan pesawat terbang, menyatakan bahwa sering kali terjadi kekurangan di dalam kesempurnaan pembuatan komponen dan juga dari para pilot karena pengaruh berbagai kondisi yang di-alami oleh manusia. Disisnilah terbulkti bahwa system Silva telah dapat membantu di dalam peningkatan suatu ‘Kepekaan intuitif’ yang jitu.
Dengan adanya kemampuan suatu ‘Kepekaan’ yang mendalam serta tuntas, maka ‘Intuisi’ apapun yang timbul pada ‘Sanubari’ kita akan dapat dirasakan sebagai sesuatu yang dapat di-‘andal’-kan. Dan hal ini tidak di-khusus-kan bagi seorang ‘Pilot’, tapi dapat dipergunakan pada segala bentuk bidang pengetahuan di lingkungan seluas apapun.
Penulis ingat pernah membaca suatu berita pada tahun 1988. Di koran ‘Tokyo Simbun’, kalau tidak pada koran Jepang lainya, terdapat ulasan mengenai hal kepekaan yang telah dipaparkan sebagai berita yang menakjubkan. Staf teknis dari Japanese Air Line, menyatakan bahwa atas penyelidikan melalui dimensi ‘Subyektif’ dengan menggunakan kondisi ‘Alpha Optimal’ pada kondisi ‘meditatif’ dari System Silva, mereka menemukan ‘keretakan’ pada gantungan salah satu mesin pada sayap pesawat Boeing.
Pesawat ini direncanakan akan berangkat hari itu ke Los Angeles dengan mengangkut 250 orang beserta crew terbang. Setelah dilaporkan hal itu kepada managemen operasi, pesawat tak jadi diterbangkan atau ‘grounded’ untuk diselidiki ulang melalui mesin canggih. Padahal sebelumnya sudah juga melalui mesin tersebut itu. Keputusan Direksi JAL adalah, bahwa pesawat tersebut tetap ‘grounded’ sampai telah diadakan penyelidikan ulang dan reparasi. Para penumpang diarahkan memakai pesawat lain!
Para pembaca yang setia, penulis saat itu sedang mengajar system Silva di Hotel ‘ELMI’ Surabaya, dan dengan bangga menceritakan peristiwa tersebut kepada para peserta. Mungkin, karena lalu diadakan cerita itu dan menyebar dari mulut ke mulut, maka setelah itu, banyak peserta yang ingin belajar system Silva tersebut yang menambah jumlah di kota Surabaya menjadi hingga enam ribu lima ratus orang sampai tahun 1997. Setelah itu, pelatihan yang demikian pesat berkembang, melamban dan berhenti dengan adanya ‘Krisis Keuangan’ yang saat itu sedang melanda seluruh Dunia termasuk Indonesia.
Disinilah lalu penulis juga telah mengadakan ceramah-ceramah di ‘Garuda Indonesia Airways’ saat dipimpin oleh Bapak ‘Lumenta’. Beberapa Pilot juga telah belajar dan kini banyak yang mempunyai kedudukan asyik di Air Line lainya karena Garuda masih kurang memberikan penghargaan melalui ‘income’ yang memadani dengan kecakapan dan kemampuan mereka.
Apakah yang dapat kita pelajari dari mereka yang telah berhasil dengan penggunaan System Silva? Tidak lain adalah me-‘Ningkat’-kan ‘Mutu’ atau qualitas ke-‘Jiwa’-anya di dalam menunaikan ‘Tugas’ atau ‘Missi’ yang telah di-‘Anugerah’-kan oleh Maha Pen-Cipta untuk me-‘lestari’-kan Ciptaan-Nya dengan suatu pembangunan ‘Kesejahteraan’ tapi bukan perusakan yang kini dimana-mana telah terjadi. Masih ingat apa yang dikatakan Silva di dalam ‘Pesan Agung’-nya mengenai penemuanya yang bakal dapat membantu umat manusia di dalam ‘Kemampuan’-nya yang ampuh?
Penulis akan berjoang terus selama sisa hidupnya untuk mengembangkan Ilmu Pengetahuan Baru ini yang ternyata merupakan ‘Jembatan’ antara ‘Psychologie’ dan ‘Para-Psychologie’. Demikianlah untuk di-renungkan dan ditindakan oleh kita semua tanpa kecuali serta meng-‘Amal’-kan pada lingkungan kita masing-masing sampai waktu ‘tanpa batas’!
Dengan adanya kemampuan kita yang berkesinambungan pada saat tertentu sudah ‘Pasti’ hal ini akan membawakan sesuatu yang baru yang didasarkan kepada ke-‘Positif’-an yang akan menyelebungi masyarakat kita tanpa harus memerangi dengan cara yang kurang sehat dan tepat di dalam menghilangkan gejala ‘Budaya KKN’ yang kelihatan memerlukan waktu yang lama sekali untuk dapat di-hilang-kan dari Jiwa kita untuk selamanya.
Siapakah yang mempunyai pendirian bahwa yang POSITIF dapat dikalahkan oleh yang NEGATIF? Dari kenyataan kita dapat belajar, bahwa nuansa ‘Negatif’ tidak dapat bertahan LAMA. Sekalipun dicari alasan-alasan dengan persekongkolan apapun yang ingin meng-‘Habisi’ ke-‘Positif’-an, bukan demikian sejarah telah selalu membuktikan? Akhirnya yang POSITIF akan ‘Unggul’.
Kini terletak pada diri kita untuk ingin maju secara POSITIF sesuai dengan kematangan Alam, ataukah se-Balik-nya dengan selalu dihadapkan pada MASALAH?
Pilihan berada pada diri kita masing-masing, Demikian Kenyataanya!!!
The Magic Brain
MAGIC BRAIN
Apakah Artinya Keberhasilan Yang Optimal ?
Inilah Perumusan Hakiki
Sejak manusia diciptakan pada planit BUMI, pengertian mengenai keberhasilan atau SUKSES pasti masih diselubungi oleh persepsi yang makin SEMU. Pengukuran dari kenyataannya banyak yang tidak mapan dan sesuai dengan arti yang HAKIKI. Masih banyak diantara kita yang memandangnya dari segi MATERI dan kurang memberikan BOBOT kepada yang NON-MATERTI.
Penghargaan dipusatkan kepada imbalan materi, karena hal itulah yang masih menjadi tolok ukurnya. Arti dari kata-kata seperti MORAL, ETIK, ANGGUN dan lainnya yang merupakan sifat-sifat IDEALISTIS, yang pada hakekatnya dipunyai kita semua pada AWAL INDUKSI PENDIDIKAN, sudah lama terpojok oleh nuansa harga materi yang membawakan kedudukan sosial diatas yang kurang berada. Hal ini pasti akan memacu ‘Kesombongan’.
Kepincangan dari keseimbangan yang nyatanya sudah diketahui, tapi tidak diterima sebagai sesuatu yang memang seharusnya dipertimbangkan, kita sembunyikan dibelakang “show off”, serta tindakan yang di-expose atau dipertontonkan seakan kita sudah memberikan perhatian kepada lingkungan yang memang ketinggalan didalam kedudukan sosial.
Bila dipertanyakan, siapakah yang harus memperhatikan situasi seperti itu, sudah tentu ada tanggapan berbagai bentuk persepsi, yang akhirnya tidak bisa terjawab dengan jujur dan tuntas. Sebenarnya TAKDIR dari penciptaan YANG PALING BERKUASA, telah ada didalam penentuan URUT-DUDUK atau ‘hirarkhi’ bagi masing-masing kita. Hal itu didasarkan atas adanya BAKAT yang telah di-program dengan cara diluar kemampuan manusia.
Bakat atau ‘Talenta’ inilah yang menentukan adanya urut-duduk yang terjalin didalam takdir tadi. Pada artikel-artikel sebelum ini, telah penulis singgung serta uraikan dan sering pula diutarakan pada ceramah-ceramah serta seminar yang penulis laksanakan atas undangan dari banyak pihak. Masih banyak diantara kita yang masih belum memahami benar arti dari KODRAT, TAKDIR serta NASIB yang telah dijelaskan didalam beberapa artikel.
Hal itu dapat dibaca kembali melalui pencarian pada arsip dari web indosiar.com yang menyangkut artikel-artikel MAGIC BRAIN. Kini penulis akan membahas mengenai arti dari SUKSES atau KEBERHASILAN yang HAKIKI. Tidak banyak orang yang penulis jumpai dengan pengertian yang hakiki tersebut. Kabanyakan pasti cenderung kepada penilaian yang didukung oleh ‘materi’, yang berada di LUAR diri kita. Didalam suatu diskusi pada ceramah mengenai Metode Silva pandangan yang berbeda itu nampak sekali.
Hal itu telah merupakan suatu kebiasaan yang sudah sangat melekat pada banyak orang, seakan telah men-‘Darah Daging’ pada jiwa kita, sehingga untuk melepaskannya tidak akan mudah, memerlukan usaha yang tidak enteng. Banyak diantara kita yang masih terjebak didalam suatu kebiasaan yang demikian mantapnya. Berpindah kebiasaan, apalagi yang telah menjadi program sehari-hari yang memberikan kita sedikit kenyamanan, sekalipun tidak tuntas, sudah juga sulit untuk merubahnya.
Marilah kini penulis berikan unsur-unsur hakiki yang merupakan SUKSES yang paling OPTIMAL dan mempunyai pondasi yang kokoh sekali. Hal yang dikemukakan itu dapat diuji pada kenyataan, yang mungkin saja sampai saat ini belum menjadi sesuatu yang mudah diterima.
Arti Sukses Hakiki
1. Kesehatan tuntas. Tanpa adanya kesehatan yang optimal, kita tidak akan dapat memenuhi pekerjaan serta usaha apapun yang memerlukan fokus seratus persen, tanpa dapat diganggu oleh berbagai macam pengaruh provokatif. Pusat Pikir tak bakal CERAH.
2. Terhindar dari kecelakaan apapun, berat maupun ringan.
Karena mempunyai kesehatan tuntas itu, maka kewaspadaan akan tinggi, sehingga mempunyai kepekaan untuk mendeteksi adanya gangguan FISIK dalam perjalanan ataupun dirumah.
3. Kepekaan intuitif akan selalu membawakan keuntungan dan Kemajuan yang tak ada hambatan serius.
Keuntungan demi keuntungan dalam bidang apapun akan membawakan kesejahteraan pada diri kita serta sesama kita. Dan bukan itu saja, kita bisa menjadi ibaratnya “Mesin X-Ray” yang dapat mendeteksi apapun yang terselubung suatu ‘materi’.
4. Apapun disekeliling kita, akan ditanggapi TANPA ANALISA. Otak bagian Kiri didalam menanggapi apa saja, akan selalu mengadakan analisa terlebih dahulu, kemudian akan melaksanakan berbagai macam perhitungan, menseleksi pencarian alternatif dengan cara yang rasional dan logis. Otak bagian Kanan, akan selalu cepat tanggap tanpa banyak pikir, karena pandangan yang sangat LUAS tak dibatasi oleh ruang dan waktu. Deteksi getaran melalui kepekaan intuitif.
5. Tidur dengan kewaspadaan ALPHA OPTIMAL.
Kondisi tidur kita akan berubah TOTAL, karena adanya gabungan teknik-tenik yang dinamakan “Paket Tidur”. Tidur akan RINGAN, tapi tetap sehat serta melancarkan proses pelestarian dari kondisi kesehatan Tubuh. Tidur yang OPTIMAL berada pada kondisi 10 Hertz. Tiga sampai Empat jam sudah cukup untuk mencapai kondisi optimal tersebut, dan akan memberikan kita kesegaran TOTAL (100%) selama dua belas jam AKTIF !
6. Mudah me-NYESUAIKAN diri dalam situasi apapun.
Dimana pun kita berada, kita akan selalu mudah menyesuaikan diri, tanpa banyak pemikiran yang mengganggu perasaan kita., system lain ada rasa malu, gugup, enggan dan lain sebagainya. Tak akan ada gangguan dalam merasa diri NYAMAN dan TENTRAM.
7. Penyelesaian bentuk masalah apapun didalam MIMPI.
Melalui paket tidur terkendali. dapat membawa masalah pada saat kita istirahat tuntas, alias TIDUR. Segala bentuk masalah dapat dibawa kedalam tidur melalui tahap-tahapannya. Hal ini merupakan kenyataan yang dipantau didalam riset dengan jangka waktu yang panjang, sampai duapuluh dua tahun.
8. Sepanjang hari punya produktivitas yang OPTIMAL.
Adanya pengendalian dari NIRSADAR, kita akan selalu mendapatkan kesegaran tuntas, sehingga kecerahan berpikir akan memberikan kita dukungan untuk mencapai kesuksesan atau keberhasilan setiap harinya.
9. Intuisi yang PEKA akan selalu mengiringi keputusan apapun.Didalam melaksanakan suatu keputusan yang akan diikuti dengan tindakan, biasanya kita akan banyak menghadapi pilihan. Kepekaan INTUITIF-lah yang akan menunjang kita didalam hal ini, yang PASTI dapat diandalkan serta menjadi suatu KEBIASAAN.
10.ME-IMAJINASI-kan dengan mudah MASA DEPAN. Melalui Nirsadar yang terkendali membawakan penglihatan tuntas serta luas, sehingga terjadi tangkapan getaran-getaran yang bersangkutan dengan MASA DEPAN atau FUTURE. Adanya masa depan yang menyangkut pada kesempatan yang berada pada KODRAT.
11.Mempengaruhi lingkungan dengan AURA KITA.
Pengaruh dari getaran-getaran Aura yang mempesonakan akan memberikan kepercayaan besar didalam mengutarakan sesuatu. Ini disebut punya ‘Kharisma’.
Pengaruh tidak dibatasi oleh kondisi fisik, tapi akan tetap dapat digunakan pada saat orang sedang tidur pulas. Getaran Nirsadar yang dikendalikan dapat menghubungi orang tidur dan akan dapat mempengaruhinya melalui subliminasi program yang hanya positif saja.
12.Kondisi subyektif akan menolak getaran penyerangan.
Hubungan subyektif akan terdapat dimana saja kita berada. Hal ini akan melindungi kita dari segala malapetaka serangan-serangan yang terjadi, yang akan selalu melalui cetusan pikiran dahulu, dan akan ditangkap sebelum ditindakkan.
13.Intuisi yang peka akan membawakan hubungan SUBYEKTIF.
Berhubungan serta berkomunikasi dengan dimensi SUBYEKTIF akan menjadi suatu kebiasaan yang langgeng. Dengan demikian segala sesuatu bagi kita akan mudah dikenal tanpa ANALISA lagi. Yang akan berperan disini adalah fungsi dari Otak bagian Kanan !
14.Rasa Kesosialan besar akan memenuhi ‘struktur’ kita sebagai makhluk MANUSIA yang ter-CIPTA-kan sangat sempurna oleh Yang Maha Esa. Masihkah kita mempunyai ke-RAGUAN terhadap Ciptaan ‘sempurna’ BELIAU???
Begitulah pedoman dari suatu penyelidikan ilmiah yang dilaksanakan oleh team riset dari DR. Jose Silva.
Apakah lalu kita begitu saja meremehkan suatu penemuan yang telah dilaksanakan dengan investasi tinggi dengan mengadakan uji coba pada banyak orang, situasi dan dalam waktu yang lama ? Dalam segala sesuatu yang ditemukan secara pendekatan FISIK, kita mudah menerimanya, sekalipun disana-sini masih terdapat keadaan yang kurang mantap, bukankah demikian kenyataannya ?
Penulis mengajak para pembaca untuk me-NYIKAPI apa yang telah dibentangkan ini dengan pemikiran terbuka tanpa ada suatu prasangka, yang termasuk kebiasaan dari fungsinya Otak BagianKiri.
Tenangkanlah kondisi mental dan tubuh Anda, sehingga masukan yang diberikan itu akan dapat direkam dengan mendalam pada neuron-neuron Pusat Pikir.
Bila Jiwa manusia mempunyai ‘skala bentuk’ seperti yang dijelaskan diatas, maka bentuk ‘Dunia’ akan mirip suatu SORGA yang mana manusia selalu mendambakanya, tapi yang hanya merupakan suatu ‘Utopi’ atau ‘Angan-angan’ belaka, tak dapat dijangkau dengan pasti. Apakah lagi yang bisa diharapkan kita untuk dapat hidup berdampingan secara HARMONIS serta DAMAI?
Renungkanlah melaui kondisi ‘Meditatif’ dan para pembaca akan menemukan jawabanya dari “Mengapakah Kita di-‘tempat’-kan di Bumi ini? Hanya untuk menganiaya dan menyikapi hal itu secara ter-‘umbang-ambing’ antara positif dan negatif atau HANYA POSITIF saja? Jawabanya ada pada kita semua!!! Jika mau menyadarinya.
Demikianlah tujuan CIPTAAN YANG MAHA BERKUASA!
STRUKTUR JIWA MANUSIA SANGAT RUMIT, MINIM PENGENDALIAN DAN TIDAK SEIMBANG SAMA SEKALI
Para pembaca yang penulis hormati. Mungkin hal kejiwaan manusia mulai dari zaman ‘baheula’ atau zaman masa lampau, kurang sekali mendapatkan perhatian yang sepatutnya. Pada zaman itu, yang memang masih merupakan zaman dimana manusia masih primitif dan lekat sekali pada kondisi <obyektif> hal yang disebut <psikhologi> masih belum mempunyai arti yang terpenting didalam perkembanganya.
Manusia saat itu masih meraba-raba mana yang penting dan patut diperhatikan dan mana yang kurang perlu. Sungguhpun demikian, ada saja diantara sekian banyak manusia yang ada melaksanakan perhatian pada bidang <psikhologis>. Ini disebabkan, karena bidang ini termasuk hal yang ‘non-obyektif’ atau ‘subyektif’, dan merupakan bidang yang termasuk <tabu> berhubung tiada keterangan yang jelas dan dapat dimengerti serta ditanggapi sebagai sesuatu yang sangat penting.
Karena mereka yang gigih mencoba menarik perhatian yang sepatutnya pada bidang ini, seperti antara lain Sigmund Freud, Abraham Maslow dan lainya yang berjoang memberikan penjelasan, bahwa manusia tidak dapat terlepas dari suatu pendidikan non-fisik tersebut, maka pendobrakan seperti itu kini telah menjadi pemikiran yang mendalam sekali pada riset-riset perkembangan selanjutnya dari para pakar bidang <psikhologi> ini.
Ada suatu bidang yang dinamakan <Para-psikhologi> yang kini termasuk suatu bidang yang erat sekali berhubungan dengan hal yang <non-fisik>, mengarah dari hal supra-normal kepada bidang yang kini mulai ‘trendy’, yaitu yang dinamakan <Spiritual>. Tetapi, karena bidang itu juga ditanggapi sebagai sesuatu yang diatas hal yang normal, maka sering terjadi diuskusi yang ujung pangkalnya tidak pernah selesai. Akhirnya timbul sains baru yang dinamakan <Psikhorientologi> yang nyata telah men-<jembatani> kedua bidang tersebut. Tidak lain, karena bidang terakhir ini merupakan justru pengungkapan dari penyempurnaan manusia sehingga pemikiran dan persepsi menjadi sangat luas dan… positif.
Semula, bidang psikhologi termasuk diantara perbatasan dari bidang <allopathy> dan bidang <alternatif>. Psikhologi akhirnya terumbang-ambing antara ketentuan dari bidang kesehatan allopathys dan <psikhosomatis>. Mengapa demikian? Karena para pakar dari bidang allopathy tidak begitu menyukai adanya kenyataan dari penyakit yang ditimbulkan oleh adanya gejala <psikhosomatis> tersebut. Pada mulanya para pakar allopathy tidak tertarik yang menyangkut hal psikhosomatis tersebut, bahwa semua penyakit yang ditimbulkan pada kondisi fisik manusia merupakan hasil dari tekanan pikiran yang terjadi dari pengaruh lingkungan bentuk apapun yang kini dikenal dengan kata <STRES>. Karena tekanan pikiran seperti itu menjadi sesuatu yang telah dibiasakan, maka tidaklah heran bahwa banyak yang kaget waktu diberi tahu, bahwa penyakitnya hanya dapat disembuhkan terutama oleh dihilangkanya stres tersebut.
Akhirnya hal itu menurut penyelidikan seksama ternyata merupakan suatu unsur yang paling menonjol, bila kita diserang oleh suatu penyakit! Seperti pernah penulis kemukakan pada artikel-artikel sebelumnya, manusia pada hakekatnya tidak bisa terserang penyakit apapun. Pen-Ciptaan Yang Maha Esa ternyata memang <sangat sempurna>, absolut dan tak dapat digugat dengan alasan apapun yang sering dijadikan alasan suatu pembenaran.
Hal ini bagi mereka yang sangat mengerti dan mendalam mengenai hal segala Ciptaan Tuhan yang Sempurna, telah mempunyai arti yang telak, bahwa manusia masih banyak harus mempelajari yang menyangkut hal <Penyempurnaan Diri> tersebut. Apakah diantara pembaca ada yang tidak menyetujui pernyataan ini? Kita pernah juga mengetahui, bahwa disana-sini di dunia ada saja manusia yang ukuran umurnya diatas yang rata-rata, bahkan bisa mencapai umur diatas <seratus tahun> dan lebih lagi, tanpa terserang oleh penyakit yang serius.
Sering kita pertanyakan rahasia apa yang menjadikan mereka begitu kuat dan vital pada umur yang demikian panjangnya! Meng-konsumsi makanan yang bergizi dan tidak tercampur dengan terkontaminasinya makanan dengan campuran-campuran yang tidak ada manfaatnya sama sekali, tapi hanya rasa yang sedap saja merupakan hal yang nyata dan sangat mengagetkan. Dan yang paling utama adalah kondisi jiwanya yang tidak terkena tekanan stress itu.
Kemanjaan kita yang menyangkut hal fisik pada tingkatan apapun, telah banyak melaksanakan perusakan pada <jiwa sempurna dan luhur> kita, bukan demikian seharusnya kita akui??? Kemampuan jiwa manusia, bila diselidiki dengan seksama dan <jujur>, merupakan sesuatu kekuatan yang sebenarnya <dahsyat> sekali, karena mampu menumpas segala sesuatu yang merusak dan menjadi <pemenang> yang sungguh ajaib didalam situasi apapun peliknya, bukan>?
Sering kita mendengar pernyataan, bahwa <musuh> yang paling utama, adalah <Diri Kita sendiri>! Dan hal itu merupakan sesuatu kebenaran yang tak dapat lagi ditutupi dengan alasan apapun. Kitalah yang memutuskan suatu <realita>, kita yang <bertanggung jawab> terhadap segala tindakan dan perbuatan kita masing-masing dan jangan menyalahkan kondisi diluar kita, karena kita belum mampu untuk melaksanakan suatu <Perobahan> pada diri sendiri. Kita mempunyai kebiasaan suatu pendidikan yang <selfish> atau mengarah pada diri sendiri, kurang mempunyai sifat sayang kepada sesama beserta lingkungan kita, apalagi sayang pada diri sendiri.
Hal ini, karena tidak pernah diberi tahu atau dibelajarkan kepada kita pada umumnya, bukan? Jadi dengan sendirinya kejadian pada jiwa kita merupakan sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan dengan tuntas dan seksama, supaya untuk selanjutnya bisa melaksanakan perubahan total, menjadikan diri kita seorang makhluk Manusia yang <Sempurna> sesuai dengan Ciptaan dari Yang Maha Esa. Apakah kita masih sulit untuk memahami hal semacam ini? Apakah sebenarnya yang menahan diri kita untuk melaksanakan perubahan <telak> pada jiwa kita? Bila ditinjau dari sudut agamis, kita banyak telah melaksanakan pelanggaran yang menjadikan kita berdosa yang tak kunjung hilang.
Salah satu hal yang tidak dapat diabaikan, juga harus kita ingat, bahwa sesuatu yang ingin di-<kendalikan> pada diri kita tak dapat dilaksanakan melaui <Do’a> melulu, sepertinya anak kecil yang merengek mohon bantuan melulu, tapi tak berbuat sesuatu pada diri sendiri. Hal ini menandakan, bahwa kita tidak mengerti benar akan kesempurnaan yang telah di-Ciptakan oleh Yang Maha Esa, sehingga banyak yang menyimpang dari ketentuan serta keteraturan dari suatu <Hukum> yang Beliau pula telah men-Ciptakanya, yaitu yang dikenal dengan sebutan <the Universal Law of Reciprocation/Reciprocity> atau diterjemahkan dengan <Hukum Timbal-Balik Alam>.
Renungkanlah kebenaran ini, dan lalu bersedia dengan serius untuk merubah diri kita dengan telak yang pasti sesuai dengan ke-Hendaknya. Demikianlah Kenyataan-NYA.
